Banyak orang mulai tertarik dengan passive income sebagai langkah menuju kebebasan finansial. Di Indonesia, peluang menghasilkan passive income makin luas, baik melalui investasi, properti, hingga platform digital.

Namun sebelum masuk ke daftar passive income apa saja, penting untuk memahami definisinya terlebih dahulu.

Apa Itu Passive Income?

Secara sederhana, passive income adalah penghasilan yang tetap diterima meskipun kamu tidak bekerja secara terus-menerus setiap hari.

Passive income berbeda dari active income, seperti gaji karyawan atau upah proyek freelance yang hanya didapat jika kamu bekerja aktif.

Namun passive income bukan berarti tanpa usaha sama sekali, ya. Biasanya diperlukan:

  • Waktu di awal
  • Modal uang atau skill
  • Sistem yang berjalan otomatis

Setelah itu barulah penghasilan mulai terasa pasif.

Mengapa Passive Income Penting?

Alasan orang mengejar passive income antara lain:

  1. Diversifikasi sumber penghasilan: Mengandalkan satu sumber penghasilan itu berisiko.
  2. Mencapai tujuan finansial: Misalnya membeli rumah, dana pensiun, atau pendidikan anak.
  3. Lebih fleksibel tanpa bergantung pada usia / tenaga
  4. Menuju financial freedom: Penghasilan tetap masuk, meski kita tidak selalu bekerja aktif.

Apa Saja Passive Income?

Di Indonesia, ada banyak cara menghasilkan penghasilan pasif. Berikut daftar yang paling umum dan realistis, lengkap dengan contoh serta cara memulai.

1. Dividen Saham

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan ke pemegang saham. Ini termasuk salah satu contoh passive income klasik.

Cara kerja:

  • beli saham perusahaan
  • tahan dalam jangka panjang
  • terima dividen saat dibagikan

Contoh perusahaan pembagi dividen:

  • perbankan (BBCA, BBRI)
  • telekomunikasi (TLKM)
  • konsumer

Kelebihan:

  • cukup pasif
  • potensi capital gain + dividen sekaligus

Kekurangan:

  • butuh modal awal
  • tidak semua tahun dividen stabil

2. Reksadana & Obligasi

Jenis ini cocok untuk pemula karena tidak butuh analisa yang rumit.

A. Reksadana Pendapatan Tetap / Pasar Uang
Pengelolaan dilakukan oleh Manajer Investasi.

B. Obligasi Pemerintah (ORI, SBR, SR)
Kamu memberikan pinjaman ke negara dan mendapatkan kupon setiap bulan.

Kelebihan:

  • aman & teratur
  • mudah dipantau via aplikasi

Kekurangan:

  •  imbal hasil biasanya lebih kecil dari saham

3. Sewa Properti

Properti adalah contoh passive income yang paling populer dari zaman dulu hingga sekarang.

Contoh unit:

  • Rumah
  • Apartemen
  • Kos
  • Ruko
  • Kios
  • Airbnb

Kelebihan:

  • aliran cashflow stabil
  • nilai properti naik (capital gain)

Kekurangan:

  • butuh modal besar
  • perlu perawatan & risiko unit kosong

4. Royalti Karya

Royalti adalah pembayaran atas penggunaan karya seseorang.

Cocok untuk:

  • penulis
  • desainer
  • fotografer
  • musisi
  • software developer

Contoh passive income dari royalti:

  • penjualan buku digital
  • template desain Canva
  • foto di Shutterstock
  • musik di Spotify
  • software berlisensi

Kelebihan:

  • modal skill
  • bisa menghasilkan bertahun-tahun

Kekurangan:

  • butuh waktu buat karya
  • pendapatan awal belum stabil

5. Affiliate Marketing

Kamu mempromosikan produk lalu  orang membelnya dan kamu dapat komisi.

Contoh platform:

  • Tokopedia Affiliate
  • Shopee Affiliate
  • TikTok Shop Affiliate
  • Amazon Affiliate

Passive income muncul jika:

  • konten evergreen
  •  sudah punya traffic (blog/YouTube/IG)

Kelebihan:

  • modal kecil
  • sangat pasif bila menggunakan blog / YouTube

Kekurangan:

  • butuh traffic
  • komisi bervariasi

6. YouTube & Blog (Iklan/Adsense)

Ini termasuk contoh passive income berbasis konten digital.

YouTube

Sumber penghasilan:

  • Adsense
  • Affiliate
  • Sponsorship

Blog/Website

Sumber penghasilan:

  • Adsense
  • Banner Ads
  • Affiliate
  • Produk digital

Kelebihan:

  • konten evergreen bisa menghasilkan lama
  • modal awal relatif kecil

Kekurangan:

  • butuh waktu build audience
  • tergantung algoritma

7. Produk Digital

Sekali buat dan bisa dijual berkali-kali.

Contohnya:

  • e-book
  • template desain
  • preset Lightroom
  • plugin
  • course online
  • desain kaos (POD)

Kelebihan:

  • margin tinggi
  • tidak ada stok atau pengiriman

Kekurangan:

  • butuh skill & promosi awal

8. P2P Lending

Kamu meminjamkan dana ke borrower via platform. Passive income berasal dari bunga pinjaman.

Kelebihan:

  • modal tidak terlalu besar
  • sistem otomatis

Kekurangan:

  • risiko gagal bayar
  • wajib pilih platform legal

9. Franchise (Waralaba)

Franchise bisa menjadi semi-passive jika operasional dikelola oleh staff.

Contoh:

  • minuman kekinian
  • laundry
  • kuliner
  • minimarket tertentu

Kesimpulan

Secara sederhana, passive income adalah penghasilan pasif yang terus mengalir dengan usaha minimal setelah sistemnya berjalan

Jika kamu bertanya passive income apa saja, jawabannya cukup beragam mulai dari dividen saham, obligasi, properti sewa, royalti, affiliate marketing, YouTube, produk digital hingga franchise.

Beberapa contoh passive income yang paling populer di Indonesia antara lain dividen saham, kupon obligasi pemerintah, sewa properti, pendapatan iklan dari YouTube atau blog, penjualan e-book atau template digital, hingga komisi dari affiliate marketing.

Keberadaan passive income bermanfaat untuk memperkuat kondisi finansial, diversifikasi sumber pendapatan, dan menyiapkan masa depan dengan lebih aman. Kuncinya adalah mulai sesuai kemampuan, baik dari sisi modal uang, waktu maupun skill, karena setiap orang memiliki jalur dan peluang passive income yang berbeda-beda.

Artikel Menarik Lainnya: